Sabtu kemarin lagi ketemuan ama teman di dunkin donut, sebuah tempat yang nyaman untuk ngobrol karena adem dan ada wifi gratis. cukup dengan uang 20 ribu dapat deh secangkir coklat dan sebiji donut. Nikmat banget..
Terlontar ucapan dari temanku, bagaimana kita sebagai anak muda berkepala 3, bisa sukses dan kaya, tentunya dengan modal dan kemampuan yang kita miliki. Dari sisi modal boleh dibilang pas pasan. Dari sisi skill IT , bolehlah he he he. Kita sepakat bahwa internet bisa membuka jalan untuk itu. Sepakat kita berpikir bahwa memiliki komunitas adalah modal awal. Ide ini emang tidak jauh2 dari kata 'publiser'. Jadilah publiser yang digandrungi banyak orang. Buat orang mendapat jawaban atas kebutuhan informasinya.
Next, bisa gak kita meng-Create konten yang sedemikian banyak. Dengan kemampuan dan waktu sendirian, kita hanya dapat create unik konten yang terbatas :) . So, cobalah ajak user untuk create konten juga. Jadi konsepnya adalah 'user created content'. Wah tampaknya bisa, tapi masih ada tantangan untuk mewujudkannya. Seperti kita tahu, diawal-awal kebangkitan dotcom indonesia ada banyak portal yang tumbang. Sebut saja Astaga.com. Tampaknya hanya detik.com saja yang bertahan :)
Kalau mau main aman dan bersifat personal, pakailah media BLOG :). Berapa blog yang harus dicreate..he he. Tergantung kesungguhan dan kemapuan kita masing masing.
Selanjutnya tinggal berdoa agar harga koneksi internet di Indonesia makin reliable dan terjangkau. Jangan sampai link nya mati seminggu, bisa gak makan temaenku :D
Tak terasa coklan san donat tinggal secuil saja, sudah 3 jam nongkrong. Pulang dulu ah...
[7:34 PM
|
0
comments
]
[7:49 AM
|
0
comments
]
Sempet ngobrol-ngobrol ama teman, kenapa dunia IT penuh dengan monopoli. Coba kita ingat2 lagi beberapa hal yang kental unsur monopoli. Misal : OS ( operating sistem) didominasi oleh microsoft, Processor didominasi oleh Intel, WWW ( internet) didominasi oleh om Google. Apa karena IT membutuhkan yang 'ter' bukan alternatif seperti dunia otomotif. Seperti kita tahu dunia otomotif tidak hanya dikuasai oleh satu merk saja :)
Namun diatas semua itu, kalau kita perhatikan lebih lanjut, dominasi 3 aspek IT diatas ada di negeri paman SAM semua ( USA). Kenapa bisa begitu ya... apakah ini membuktikan kekuatan SDM USA, atau sekedar kebetulan semata. Namun tampaknya ini jauh dari sekedar kebetulan karena bagaimanapun hak intelektual di USA sangat dihargai. Ada iklim usaha yang baik untuk menopang penelitian.
So, sekarang kita pikir, apa yang didominaasi oleh orang indonesia dalam dunia IT??. Tampaknya kita lebih banyak mebutuhkan Habibie dan Onno dinegeri ini. Negeri dengan 200jt penduduk ini mestinya punya 1000-an lebih orang potensial seperti mereka. Mudah2an pemerintah lebih meperhatikan kemajuan Iptek tanah Air karena gejala2 ke arah sana sudah mulai timbul. Pemerintah sudah mulai menurunkan harga BW yang berefek pada pengurangan biaya internet :).
Banyak hal2 lain yang bisa dilakukan oleh pemerintah.
Semoga.. Kita tetap optimis bahwa negara ini juga bisa maju.